Perusahaan Sukanto Tanoto APRIL Group Terapkan Model Bisnis Ramah Lingkungan

APRIL Group adalah salah satu anak perusahaan dalam naungan Royal Golden Eagle (RGE) yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto. APRIL Group memproduksi pulp dan kertas, dimana dalam memproduksinya tersebut pastinya mereka butuh energi yang cukup. Tetapi menariknya, perusahaan Sukanto Tanoto ini ternyata memiliki solusi jitu untuk penuhi energi yang dibutuhkan tersebut. Tak hanya memilih yang ramah lingkungan, APRIL Group juga bisa hasilkan energi terbarukan sendiri.

Keseriusan perusahaan Sukanto Tanoto ini dalam memanfaatkan energi ramah lingkungan benar – benar terbukti nyata, yakni mereka mampu minimalkan penggunaan energi fosil dengan sangat baik. Sudah jadi rahasia umum memang, sumber energi tersebut mempunyai tingkat emisi yang terbilang tinggi. Sehingga memang sudah seharusnya penggunaannya dikurangi, atau dihilangkan sekalipun.

Perusahaan Sukanto Tanoto APRIL Group Terapkan Model Bisnis Ramah Lingkungan

Dalam pencapaian model bisnis ramah lingkungan oleh perusahaan Sukanto Tanoto, yakni APRIL Group ini, mereka memanfaatkan dengan baik limbah hasil dari produksinya sebagai salah satu sumber energi listrik ramah lingkungan. Sementara itu untuk memproduksi pulp dan kertas, ada sisa hasil dari produksi yang disebut dengan lindi atau black liquor. Ini adalah limbah cair yang di dalamnya mengandung tingkat kepadatan sekitar 70 – 72 persen. Lindi dihasilkan setelah kayu dimasukan ke dalam digester, kemudian didaur ulang kembali.

Tak hanya itu saja, ternyata APRIL juga bisa memanfaatkan dengan sangat baik metanol sebagai salah satu sumber energi ramah lingkungan dalam tungku pembakaran. Metanol ini sendiri merupakan hasil dari proses penyulingan dan penguapan yang libatkan lindi hitam. Tidak sampai di situ saja, APRIL Group juga cukup jeli dalam memanfaatkan limbah dari pembersihan kayu. Dimana potongan kulit kayu dan kotoran mereka ubah sedemikian rupa jadi energi biomassa. Sehingga tidak aneh jika pada akhirnya APRIL Group terus bertekad untuk memanfaatkanya supaya penggunaan energi fosil semakin berkurang.

Tentunya ada banyak sekali keuntungan yang bisa diambil dari sumber energi biomassa seperti lindi. Edward Wahab, Manajer Lingkungan di PT. RAPP mengatakan bahwa emisi karbon yang dihasilkan pabrik dari penggunaan lindi sudah diproses ini juga jauh lebih kecil dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak atau pun batu bara. Intinya di sini adalah perusahaan mencoba untuk bisa mengurangi penggunaan energi fosil sebagai bahan bakar pembangkit energi ramah lingkungan yang pastinya tidak sebabkan pencemaran udara atau pun emisi karbon.

Selain hal tersebut juga perlu untuk diketahui bahwa APRIL Group ini ternyata mau melaksanakannya untuk bisa memenuhi filosofi bisnis perusahaan yang harus melakukan prinsip kerja perusahaan yang sudah digariskan oleh pendirinya, Sukanto Tanoto, yakni prinsip 5C. Model bisnis ramah lingkungan yang diterapkan oleh APRIL Group ini menjadi wujud nyatanya. Dengan memanfaatkan lindi, APRIL Group terbukti mampu jaga keseimbangan iklim dengan baik. Secara umum, APRIL Group juga bantu negara, mengingat Indonesia sekarang ini lagi berupaya cukup keras untuk bisa mencapai target pembangunan sumber energi listrik sebesar 35 ribu megawatt. APRIL Group mempermudah pencapaian target dengan mendirikan fasilitas pengolahan listrik sendiri.

Sukanto Tanoto berkata bahwa usaha yang baik adalah usaha yang bisa membawa manfaat bagi masyarakat, iklim, perusahaan, negara, dan konsumen. Hanya dengan cara tersebut berkelanjutan bisnis diwujudkan. Sehingga tidak diherankan jika akhirnya APRIL jadi panutan bagi beberapa perusahaan lain di Indonesia.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *